FOTOGRAFI PEMENTASAN
Foto Panggung
Dengan
pencahayaan yang
minim dan tanpa cahaya tambahan, fotografer perlu mengetahui
teknik-teknik khusus
dalam memotret pementasan di atas
panggung. Pementasan teater sendiri dalam kategori foto batasan tertentu yang membatasi ruang gerak fotografer. Tidak sama dengan
foto panggung terdapat aturan
dan etika yang
harus
di patuhi oleh pemotret.
Untuk mengetahui kecepatan yang
dibutuhkan
dalam keadaan cahaya tertentu pada kamera digunkan
metering atau pengukur cahaya.
Jika
setting kamera terdapat setting
untuk mengubah tipe
metering pencahayaan, tipe spot
metering atau pengukuran
cahaya pada titik tertentu bisa
digunakan. Biasanya spot metering berguna untuk meningkatkan detail objek
ketika objek
terkena
lampu
sorot dari
sisi
depan.
Metering harus dipikirkan pada pemotretan
panggung karena berhubungan
dengan masalah pencahayaan. Dengan pelaksanaan pertunjukan yang
umumnya malam, secara umum cahaya pada sebuah
pertunjukan adalah lampu sorot yang menyinari
objek utama dengan latar
belakang
gelap total.
Umumnya, pertunjukan
Panggung mempunyai latar
belakang
gelap. Ada bagian
foto yang kelebihan cahaya seperti pada foto ini,
yaitu
pada wajah aktor.
Pengukuran matrix mengukur
pencahayaan di seluruh ruang foto, ini membuat sebagian wajah dan
dada sang penari kelebihan cahaya. Hal ini terjadi karena
pengukuran matrix
ikut mengukur bidang-bidang gelap
di
latar belakang. Untuk adegan
seperti itu , pengukuran center weighted
lebih tepat dipakai.
Pada kondisi
pencahayaan sangat
minim, pemotretan panggung harus sangat mempertimbangkan
cahaya spot yang
datang pada bagian-bagian tubuh tertentu. Menghitung
dengan spot meter hampir tidak mungkin karena pergerakan
cepat penari. Kompensasi pencahayaan
yang
tepat sangat dibutuhkan.
Alat Yang
Digunakan
1. Kamera
Semua kamera dapat digunakan dalam memotret
pementasan di atas
panggung tergantung
tujuan fotografer melakukan pemotretan. Tetapi untuk memaksimalkan hasil,
memperoleh hasil foto pementasan yang
baik, ada pilihan-pilihan jenis
kamera yang
digunakan
untuk memotret.
Kini , hampir
semua fotografer menggunakan
Digital SLR,
untuk mendapatkan hasil yang baik dibutuhkan
pilihan
kamera yang
tepat dalam bekerja pada ISO tinggi.
Dalam foto panggung
banyak menggunakan
ISO
800 keatas. Jika dalam tahapan merencanakan membeli / mengupgrade kamera , mempertimbangkan jenis-jenis
terbaru dari
kamera DSLR , karena selain
ISO sensitivitas yang cukup tinggi, fitur-fitur yang
dihasilkan juga jauh
lebih canggih dan
harganya juga terjangkau.
Contohnya kamera Pentax seri K-x memiliki fitur ISO hingga
12500 dengan noise rendah. Harganya cukup terjangkau. Untuk
kamera DSLR professional, NIKON D3 bahkan
mampu mencapai ISO 25600.
High ISO adalah kuncinya,
harus
memperhatikan fitur dari lensa ini.
Selain
dari
fitur High ISO, bila kamera memiliki kemampuan Spot atau Partial Metering hal ini adalah
nilai tambah
sendiri,
karena kamera tersebut
memiliki kemampuan
untuk menyeleksi area dengan intensitas cahaya
lebih
dibanding
yang lain yang
cocok untuk lowlight photography.
2. Lensa
Komponen
terpenting kamera, yang
mempengaruhi fokus,
ketajaman, dan perspektif hasil
pemotretan. Lensa 50mm memberikan
sudut yang sama dengan mata telanjang manusia, maka ini
disebut lensa normal.
Lensa
dengan panjang kurang
dari 50mm disebut lensa wide angle
atau
sudut pandang lebar.
11mm,
14mm,
16mm, 20mm,
24mm,
28mm.
distorsi biasa terjadi pada
lensa ini.
Gambar
yang
dihasilkan akan
melengkung
ke dalam.
Lensa yang
lebih panjang dari
lensa normal disebut lensa tele, seperti lensa 75mm, 100mm,
180mm,
200mm,
300mm,
atau lebih, digunakan
untuk keperluan khusus.
Semuanya bergantung
dengan posisi pengambilan gambar
dan juga tingkat intensitas
pencahayaan di panggung. Penggunakan
lensa dengan Aperture /
Diafragma yang besar (f2.8 kebawah) lebih
tepat.
Namun
kadang
harga dari lensa beraperture besar kurang bersahabat
bagi fotografer pemula. Hal ini bisa diakali dengan
menggunakan prime
lensa
50mm f1.4 yang
relative cukup
terjangkau.
Lensa tele
jarang
digunakan bila berada di barisan penonton paling depan, karena kebanyakan jarak
antara fotografer dan
panggung itu sangat dekat. Jadi kalau memang nantinya berada tepat di
depan, kebanyakan menggunakan lensa wide atau lensa fix
/ prime lens dengan Diafragma besar.
Untuk meminimalkan penggantian lensa pada saat pementasan berlangsung, bisa digunakan
lensa
18-200mm.
Seperti fotografi pada umumnya,
kuncinya adalah cahaya. Pencahayaan
bagus, pose
yang pas, posisi pengambilan
yang
tepat, akan didapatkan foto yang
sempurna.
3. Penahan Guncangan
Teknologi penahan guncangan telah lama dikembangkan untuk
menggantikan tripod
jika situasi
atau keadaan
tidak
memungkinkan
untuk menggunakannya seperti pada foto panggung. Perusahaan kamera yang terkenal
telah mengembangkan teknologi ini. Nikon
memiliki teknologi
VR (Vibrate
Reduction) pada lensanya.
Juga pada lensa Canon dengan IS (Image Stabilization).
Konsep teknologi Nikon dan Canon juga
dikembangkan oleh Sigma dengan
OS (Optical Stabilizer).
Teknik pengambilan Foto
Konsep teknik pengambilan foto pada foto panggung,
didasarkan
pada teknik action
shots yang lebih dikenal dengan konsep Panning. Pada dasarnya panning ada dua jenis
:
a. Freeze
Motion = Capture moment gerakan yang
terekam dalam foto,sehingga objek seakan
‘terjebak’ dalam suatu moment
atau
‘freeze’.
b. Implying
Motion = Capture moment yang ada tapi menghasilkan flowing
effect, yang bersifat memberikan efek
gerakan.
Teknik pengambilan
foto panggung
dapat
dimaksimalkan penggunaan Shutter
Priority ini dalam 2 teknik
tadi. Freeze
Motion
biasanya diambil dalam kecepatan
tinggi
diatas 1/100 .
Sedangakan Implying Motion bisa didapatkan
dengan
kecepatan sedikit
lebih rendah
dibandingkan Freeze
Motion, biasanya 1/4
– 1/10 . Sering sering
melihat hasil dari foto dan moment
yang diambil, sehingga bisa
mendapatkan kualitas
foto yang
terbaik dari
moment yang ada. Dalam foto panggung,
tidak
semua moment
bisa berulang di
satu kesempatan. Kadang
moment itu
bisa lepas begitu saja ketika mendapatkan kualitas
hasil foto yang
tidak
maksimal.
Semua foto digital akan memiliki data yang tersimpan
selama foto tersebut
tidak
diedit secara drastis dan berlebihan.
Pengambilan gambar
dengan keadaan colorful
sangat membantu
jika nantinya setting warna tidak
diinginkan
dapat diubah
ke setting warna sephia dan lainny
Teknik Freeze
Motion
Seperti penjelasan
sebelumnya, freeze
motion merupakan menangkap
moment gerakan yang
terekam dalam foto,
sehingga objek seakan
‘terjebak’ dalam suatu
Memaksimalkan
Bukaan Diafragma
Diafragma menjadi sangat berpengaruh dalam memotret pementasan
teater didalam gedung pertunjukan khususnya
dalam pengaplikasian teknik freeze
motion. Pemaksimalan bukaan
diafragma pada tiap-tiap lensa berbeda- beda shingga pemilihan
lensa pun mempengaruhi berapa besar bukaan
maksimal diafragmanya dalam panjang fokus tertentu. Bukaan diafragma yang besar membantu speed
untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi untuk
dapat menangkap
gambar sehingga
freeze.
Sebenarnya
semua lensa dapat
dimaksimalkan penggunaannya dengan memanfaatkan bukaan diafragma terbesarnya. Namun
dengan bukaan diafragma yang besar menyebabkan kedalaman fokus
menjadi lebih sempit, diperlukan
kehati-hatian dalam membidik fokus karena sedikit
meleset
saja focus bisa berubah.
Angka
diafragma yang dibutuhkan dalam keadaan cahaya minim dan sedang untuk
mencapai kecepatan tinggi 1/80,1/100, bahkan lebih
adalah F/2,8 atau lebih
besar
lagi. Untuk
pencahayaan kuat,
dan gerakan
aktor yang tidak terlalu dinamis adalah F/4 bahkan
F/5,6 dapat digunakan jika lensa yang
dipakai tidak mampu mencapai angka tersebut, dengan catatan
gerakan
aktor yang
tidak
terlalu dinamis dan freeze di
puncak geraknya.
Teknik
Pemotretan dengan
memaksimalkan Apperture dapat
disisassati dengan memilih
program Bukaan diafragma ditentukan dengan bukaan
terbesar pada jarak
fokus
terpendek. Dengan demikian speed dapat menyesuaikan secara otomatis.
Namun
kelemahannya pada cahaya sangat minim speed yang
otomatis
berada pada kecepatan rendah, untuk itulah perlu kompensasi minus
agar speed otomatis lebih tinggi nilainya.
Tetap Maksimal Dengan
ISO
Dalam pemotretan dengan teknik Freeze motion pada pementasan teater,
hal yang paling
dibutuhkan adalah kecepatan termasuk
kecepatan film atau ISO yang
digunakan. Mulai dari 800,
1600, bahkan lebih
tinggi lagi jika diperlukan. Namun tingginya noise
menyebabkan ISO
tinggi ini
membutuhkan
post processing untuk
mengurangi
noisenya.
Dalam perkembangannya, teknologi
kamera saat ini semakin maju sehingga
noise pada ISO tinggi
tidak begitu terlihat, tapi tetap
saja
kalah tajam dengan ISO yang lebih
rendah.
Pemilihan ISO dalam memotret
pementasan teater mempertimbangkan
aspek-aspek yang lain
yang mempengaruhi exposure
, juga pada alat yang digunakan. ISO
yang
lebih rendah dari
800 dipilih
jika pencahayaan
yang sangat kuat dan penggunaan
lensa dengan bukaan diafragma besar
sehingga
dicapainya kecepatan tertentu
yang menghasilkan freeze motion. Sedangkan ISO lebih dari 1600 dipilih
dengan pertimbangan pencahayaan yang
sangat minim dengan penggunaan lensa standart,
namun
kualitas kamera dengan
teknologi terbaru lebih baik
dalam reduce noise ISO tinggi.
, reduce
noise yang dimiliki sudah
Kecepatan Yang
Dipengaruhi
Arah
Gerak Objek
Terdapat
perbedaan kecepatan
yang
dibutuhkan dalam menangkap objek
yang
bergerak dipengaruhi oleh arah
gerakan
objek
terhadap fotografer.
Objek yang
bergerak dari sisi kiri atau kanan fotografer ke
arah sisi yang lain
membutuhkan speed yang lebih cepat dibandingkan objek
yang berhadap- hadapan dengan
fotografer.
otomatis setelah ditentukan kecepatan gerakan puncak
dari seorang aktor saat berakting
di atas panggung.
Terdapat
tiga interpretasi waktu dalam foto yaitu
foto dengan waktu mengambang,
puncak dan acak. Teknik
Freeze Motion ini memiliki interpretasi Foto dengan
waktu
puncak atau decisive
moment. Foto ini biasanya mengungkapkan
klimaks dari
suatu
kejadian. Kejadian yang
terjadi
hanya sekali atau jarang ada hal yang sama terjadi. Secara teknis, dasar pemotretan ini adalah kecepatan shutter walaupun
hal
ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang
lainnya yaitu diafragma dan
ISO dan juga
keseluruhan
teknik dipengaruhi oleh keadaan pementasan itu
sendiri.
Kecepatan Yang
Dipengaruhi
Pencahayaan
Kecepatan
merupakan
hal
terpenting dalam menangkap objek
bergerak
menjadi diam atau freeze.
Speed yang dipakai untuk
menangkap
gerakan biasanya di atas
1/100 detik. Namun dalam
pementasan teater speed
tersebut
sulit
dicapai tanpa bukaan diafragma besar
dan pencahayaan
yang
menunjang. Speed
yang
masih bisa dipakai dalam melakukan
teknik freeze
motion antara
1/30 sampai 1/60 detik saat aktor freeze
dalam pencahayaan
sedang dan sampai 1/80
detik atau lebih
saat aktor dalam gerakan dalam pencahayaan tinggi.
Namun
dapat
pula didapatkan
dalam
pencahayaan sangat
minim yaitu
saat
suasana puncak romantis, kesedihan, misterius ataupun suasana
lainnya dengan menggunakan speed dibawah 1/20 dengan memanfaatkan
teknologi penahan guncangan ataupun
menahan
nafas saat memencet tombol shutter dengan
catatan
objek atau aktor dalam puncak
gerakannya diam.
Sukai dan ikuti Blog ini ya supaya lebih update.... Terimakasih