Selasa, 12 Januari 2021

FOTOGRAFI PEMENTASAN

 FOTOGRAFI PEMENTASAN

 

Foto Panggung

 

Dengan pencahayaan yang minim dan tanpa cahaya tambahan, fotografer perlu mengetahui teknik-teknik khusus dalam memotret pementasan di atas panggung. Pementasan teater sendiri dalam kategori foto batasan tertentu yang membatasi ruang gerak fotografer. Tidak sama dengan foto panggung terdapat aturan dan etika yang harus di patuhi oleh pemotret.

 

Untuk mengetahui kecepatan yang dibutuhkan dalam keadaan cahaya tertentu pada kamera digunkan metering atau pengukur cahaya. Jika setting kamera terdapat setting untuk mengubah tipe metering pencahayaan, tipe spot metering atau pengukuran cahaya pada titik tertentu bisa digunakan. Biasanya spot metering berguna untuk meningkatkan detail objek ketika objek terkena lampu sorot dari sisi depan.

 

Metering harus dipikirkan pada pemotretan panggung karena berhubungan dengan masalah pencahayaan. Dengan pelaksanaan pertunjukan yang umumnya malam, secara umum cahaya pada sebuah pertunjukan adalah lampu sorot yang menyinari objek utama dengan latar belakang gelap total.

 

Umumnya, pertunjukan Panggung mempunyai latar belakang gelap. Ada bagian foto yang kelebihan cahaya seperti pada foto ini, yaitu pada wajah aktor. Pengukuran matrix mengukur pencahayaan di seluruh ruang foto, ini membuat sebagian wajah dan dada sang penari kelebihan cahaya. Hal ini terjadi karena pengukuran matrix ikut mengukur bidang-bidang gelap di latar belakang. Untuk adegan seperti itu , pengukuran center weighted lebih tepat dipakai.

 

Pada kondisi pencahayaan sangat minim, pemotretan panggung harus sangat mempertimbangkan cahaya spot yang datang pada bagian-bagian tubuh tertentu. Menghitung dengan spot meter hampir tidak mungkin karena pergerakan cepat penari. Kompensasi pencahayaan yang tepat sangat dibutuhkan.

 

Alat Yang Digunakan

 

1. Kamera

 

Semua kamera dapat digunakan dalam memotret pementasan di atas panggung tergantung tujuan fotografer melakukan pemotretan. Tetapi untuk memaksimalkan hasil, memperoleh hasil foto pementasan yang baik, ada pilihan-pilihan jenis kamera yang digunakan untuk memotret.

 

Kini , hampir semua fotografer menggunakan Digital SLR, untuk mendapatkan hasil yang baik dibutuhkan pilihan kamera yang tepat dalam bekerja pada ISO tinggi. Dalam foto panggung banyak menggunakan ISO


800 keatas. Jika dalam tahapan merencanakan membeli / mengupgrade kamera , mempertimbangkan jenis-jenis terbaru dari kamera DSLR , karena selain ISO sensitivitas yang cukup tinggi, fitur-fitur yang dihasilkan juga jauh lebih canggih dan harganya juga terjangkau. Contohnya kamera Pentax seri K-x memiliki fitur ISO hingga 12500 dengan noise rendah. Harganya cukup terjangkau. Untuk kamera DSLR professional, NIKON D3 bahkan mampu mencapai ISO 25600.

 

High ISO adalah kuncinya, harus memperhatikan fitur dari lensa ini. Selain dari fitur High ISO, bila kamera memiliki kemampuan Spot atau Partial Metering hal ini adalah nilai tambah sendiri, karena kamera tersebut memiliki kemampuan untuk menyeleksi area dengan intensitas cahaya lebih dibanding yang lain yang cocok untuk lowlight photography.

 

2. Lensa

 

Komponen terpenting kamera, yang mempengaruhi fokus, ketajaman, dan perspektif hasil pemotretan. Lensa 50mm memberikan sudut yang sama dengan mata telanjang manusia, maka ini disebut lensa normal. Lensa dengan panjang kurang dari 50mm disebut lensa wide angle atau sudut pandang lebar. 11mm, 14mm, 16mm, 20mm, 24mm, 28mm. distorsi biasa terjadi pada

lensa ini. Gambar yang dihasilkan akan melengkung ke dalam.

 

Lensa yang lebih panjang dari lensa normal disebut lensa tele, seperti lensa 75mm, 100mm,

180mm, 200mm, 300mm, atau lebih, digunakan untuk keperluan khusus. Semuanya bergantung dengan posisi pengambilan gambar dan juga tingkat intensitas pencahayaan di panggung. Penggunakan lensa dengan Aperture / Diafragma yang besar (f2.8 kebawah) lebih tepat.

 

Namun kadang harga dari lensa beraperture besar kurang bersahabat bagi fotografer pemula. Hal ini bisa diakali dengan menggunakan prime lensa

 

50mm f1.4 yang relative cukup terjangkau.

 

Lensa tele jarang digunakan bila berada di barisan penonton paling depan, karena kebanyakan jarak antara fotografer dan panggung itu sangat dekat. Jadi kalau memang nantinya berada tepat di depan, kebanyakan menggunakan lensa wide atau lensa fix / prime lens dengan Diafragma besar. Untuk meminimalkan penggantian lensa pada saat pementasan berlangsung, bisa digunakan lensa

18-200mm.

 

Seperti fotografi pada umumnya, kuncinya adalah cahaya. Pencahayaan bagus, pose yang pas, posisi pengambilan yang tepat, akan didapatkan foto yang sempurna.

 

3. Penahan Guncangan

 

Teknologi penahan guncangan telah lama dikembangkan untuk menggantikan tripod jika situasi atau keadaan tidak memungkinkan untuk menggunakannya seperti pada foto panggung. Perusahaan kamera yang terkenal telah mengembangkan teknologi ini. Nikon memiliki teknologi


VR (Vibrate Reduction) pada lensanya. Juga pada lensa Canon dengan IS (Image Stabilization).

Konsep teknologi Nikon dan Canon juga dikembangkan oleh Sigma dengan OS (Optical Stabilizer).

 

Teknik pengambilan Foto

 

Konsep teknik pengambilan foto pada foto panggung, didasarkan pada teknik action shots yang lebih dikenal dengan konsep Panning. Pada dasarnya panning ada dua jenis :

 

a. Freeze Motion = Capture moment gerakan yang terekam dalam foto,sehingga objek seakan

‘terjebak’ dalam suatu moment atau

 

freeze’.

 

b. Implying Motion = Capture moment yang ada tapi menghasilkan flowing effect, yang bersifat memberikan efek gerakan.

 

Teknik pengambilan foto panggung dapat dimaksimalkan penggunaan Shutter Priority ini dalam 2 teknik tadi. Freeze Motion biasanya diambil dalam kecepatan tinggi diatas 1/100 .

 

Sedangakan Implying Motion bisa didapatkan dengan kecepatan sedikit lebih rendah dibandingkan Freeze Motion, biasanya 1/4 – 1/10 . Sering sering melihat hasil dari foto dan moment yang diambil, sehingga bisa mendapatkan kualitas foto yang terbaik dari moment yang ada. Dalam foto panggung, tidak semua moment bisa berulang di satu kesempatan. Kadang moment itu bisa lepas begitu saja ketika mendapatkan kualitas hasil foto yang tidak maksimal. Semua foto digital akan memiliki data yang tersimpan selama foto tersebut tidak diedit secara drastis dan berlebihan. Pengambilan gambar dengan keadaan colorful sangat membantu jika nantinya setting warna tidak diinginkan dapat diubah ke setting warna sephia dan lainny

 

Teknik Freeze Motion

 

Seperti penjelasan sebelumnya, freeze motion merupakan menangkap moment gerakan yang

terekam dalam foto, sehingga objek seakan ‘terjebak’ dalam suatu

 

Memaksimalkan Bukaan Diafragma

 

Diafragma menjadi sangat berpengaruh dalam memotret pementasan teater didalam gedung pertunjukan khususnya dalam pengaplikasian teknik freeze motion. Pemaksimalan bukaan

 

diafragma pada tiap-tiap lensa berbeda- beda shingga pemilihan lensa pun mempengaruhi berapa besar bukaan maksimal diafragmanya dalam panjang fokus tertentu. Bukaan diafragma yang besar membantu speed untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi untuk dapat menangkap gambar sehingga freeze.


Sebenarnya semua lensa dapat dimaksimalkan penggunaannya dengan memanfaatkan bukaan diafragma terbesarnya. Namun dengan bukaan diafragma yang besar menyebabkan kedalaman fokus menjadi lebih sempit, diperlukan kehati-hatian dalam membidik fokus karena sedikit meleset saja focus bisa berubah.

 

Angka diafragma yang dibutuhkan dalam keadaan cahaya minim dan sedang untuk mencapai kecepatan tinggi 1/80,1/100, bahkan lebih adalah F/2,8 atau lebih besar lagi. Untuk pencahayaan kuat, dan gerakan aktor yang tidak terlalu dinamis adalah F/4 bahkan F/5,6 dapat digunakan jika lensa yang dipakai tidak mampu mencapai angka tersebut, dengan catatan gerakan aktor yang

tidak terlalu dinamis dan freeze di puncak geraknya.

 

Teknik Pemotretan dengan memaksimalkan Apperture dapat disisassati dengan memilih program Bukaan diafragma ditentukan dengan bukaan terbesar pada jarak fokus terpendek. Dengan demikian speed dapat menyesuaikan secara otomatis. Namun kelemahannya pada cahaya sangat minim speed yang otomatis berada pada kecepatan rendah, untuk itulah perlu kompensasi minus agar speed otomatis lebih tinggi nilainya.

 

Tetap Maksimal Dengan ISO

 

Dalam pemotretan dengan teknik Freeze motion pada pementasan teater, hal yang paling dibutuhkan adalah kecepatan termasuk kecepatan film atau ISO yang digunakan. Mulai dari 800,

1600, bahkan lebih tinggi lagi jika diperlukan. Namun tingginya noise menyebabkan ISO tinggi ini

membutuhkan post processing untuk mengurangi noisenya. Dalam perkembangannya, teknologi kamera saat ini semakin maju sehingga noise pada ISO tinggi tidak begitu terlihat, tapi tetap saja kalah tajam dengan ISO yang lebih rendah.

 

Pemilihan ISO dalam memotret pementasan teater mempertimbangkan aspek-aspek yang lain yang mempengaruhi exposure , juga pada alat yang digunakan. ISO yang lebih rendah dari 800 dipilih

jika pencahayaan yang sangat kuat dan penggunaan lensa dengan bukaan diafragma besar sehingga

dicapainya kecepatan tertentu yang menghasilkan freeze motion. Sedangkan ISO lebih dari 1600 dipilih dengan pertimbangan pencahayaan yang sangat minim dengan penggunaan lensa standart, namun kualitas kamera dengan teknologi terbaru lebih baik dalam reduce noise ISO tinggi.

 

, reduce noise yang dimiliki sudah

 

Kecepatan Yang Dipengaruhi Arah Gerak Objek

 

Terdapat perbedaan kecepatan yang dibutuhkan dalam menangkap objek yang bergerak dipengaruhi oleh arah gerakan objek terhadap fotografer. Objek yang bergerak dari sisi kiri atau kanan fotografer ke arah sisi yang lain membutuhkan speed yang lebih cepat dibandingkan objek yang berhadap- hadapan dengan fotografer.

 

otomatis setelah ditentukan kecepatan gerakan puncak dari seorang aktor saat berakting di atas panggung.


Terdapat tiga interpretasi waktu dalam foto yaitu foto dengan waktu mengambang, puncak dan acak. Teknik Freeze Motion ini memiliki interpretasi Foto dengan waktu puncak atau decisive moment. Foto ini biasanya mengungkapkan klimaks dari suatu kejadian. Kejadian yang terjadi hanya sekali atau jarang ada hal yang sama terjadi. Secara teknis, dasar pemotretan ini adalah kecepatan shutter walaupun hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang lainnya yaitu diafragma dan ISO dan juga keseluruhan teknik dipengaruhi oleh keadaan pementasan itu sendiri.

 

Kecepatan Yang Dipengaruhi Pencahayaan

 

Kecepatan merupakan hal terpenting dalam menangkap objek bergerak menjadi diam atau freeze. Speed yang dipakai untuk menangkap gerakan biasanya di atas 1/100 detik. Namun dalam pementasan teater speed tersebut sulit dicapai tanpa bukaan diafragma besar dan pencahayaan

yang menunjang. Speed yang masih bisa dipakai dalam melakukan teknik freeze motion antara 1/30 sampai 1/60 detik saat aktor freeze dalam pencahayaan sedang dan sampai 1/80 detik atau lebih saat aktor dalam gerakan dalam pencahayaan tinggi. Namun dapat pula didapatkan dalam pencahayaan sangat minim yaitu saat suasana puncak romantis, kesedihan, misterius ataupun suasana lainnya dengan menggunakan speed dibawah 1/20 dengan memanfaatkan teknologi penahan guncangan ataupun menahan nafas saat memencet tombol shutter dengan catatan objek atau aktor dalam puncak gerakannya diam.


Sukai dan ikuti Blog ini ya supaya lebih update.... Terimakasih

FOTOGRAFI PEMENTASAN

  FO T OGRAFI PEMENTA S A N   F o to P a nggung   Deng a n penc a h a y aa n y a n g m i n i m d a n t a npa c a h a y a t a m ...